Selamat Datang di Website blogger Jhon Demos Silalahi
Tampilkan postingan dengan label Showbiz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Showbiz. Tampilkan semua postingan

21 Jan 2013

Indro "Warkop" Tak Pernah Rasakan Royalti

Jakarta-C&R/OMG- Hampir satu bulan terakhir ini, film Warkop DKI diputar di salah satu stasiun televisi. Akan tetapi, Indro mengaku tak mendapatkan royalti sepeser pun. "Alhamdulilah tak ada satu pun kami mendapat royalti, sepeser pun tidak," tuturnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum'at (16/9/2011) malam.
Kendati begitu, Indro hanya bisa berbesar hati, apalagi ia sudah terdidik untuk idealis dan tidak matrealistis walau bisa saja ia menuntut haknya. "Saya bilang karena terbiasa sama Warkop yang tak materialistis. Keinginan untuk itu ada kalau di back up sama undang-undang. Namun dulu saat kontrak, kita memang belum ada televisi swasta," ungkapnya.

Indro "Warkop" Dono dan Kasino Tak Tergantikan

Jakarta-C&R/OMG- Dono, Kasino, dan Indro yang tergabung dalam grup komedi Warkop DKI, kini hanya menyisakan Indro. Namun, Indro tak mau mengembalikan kejayaan Warkop dengan merekrut personil baru menggantikan Dono dan Kasino. Lantas apakah alasan Indro? "Itu kadang-kadang kisruh buat saya, mas Dono dan Kasino sosok yang tak tergantikan. Layaknya Afandi dan WS Rendra," ujar Indro di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum'at (16/9/2011) malam.
Indro, tak bisa begitu saja melupakan sosok dua sahabatnya yang telah meninggalkan dunia ini. Saat ia harus kembali berlakon, ingatan bersama dua sahabatnya terus bersemayam dalam benaknya. "Saya tidak akan jadi apa-apa tanpa Warkop, tanpa ada Dono Kasino, buat kami terutama saya yang masih ada komitmen. Keteguhan sebuah tujuan, itu menjadi penting sekali buat saya," tuturnya.
Hal itu juga yang melatar belakangi dirinya enggan membuat grup lawak baru, walau dirinya masih eksis di dunia seni peran. "Saya bisa saja membuat grup baru, tapi saya tak mau. Saya nggak pede kalau buat dari nol lagi, apa yang baru bisa sepaham dengan saya? Sekarang orang-orang kuantitatif dan matrealis," tutur Indro. (Deva)

Asal Mula Nama Warkop DKI

Asal Mula Nama Warkop DKI
Ghiboo.com - Mungkin tak banyak yang tahu asal-mula grup lawak ini memilih Warung Kopi sebagai identitas mereka.

Sebagai mahasiswa yang melek dengan keadaan sosial-politik, Indro dan kawan-kawan sadar betul bahwa hanya ada satu tempat di negeri ini yang menjunjung arti demokrasi sebenarnya. Tempat yang dimaksud adalah warung kopi.

"Kedewasaan demokrasi yang baik hanya ada di warung kopi," tutur Indro. "Di sana, orang bebas bicara, bebas membantah, bebas tertawa, tanpa berantem. Karena itulah nama Warung Kopi kami pilih untuk grup ini."

Dalam setiap performanya, Warkop selalu melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah sebagai kontrol sosial. Padahal, di era itu, rakyat Indonesia dikukung oleh pemerintahan yang represif.

Namun, bagi Warkop, yang mereka lakukan adalah salah satu tanggung jawab sebagai rakyat. Dan karena itulah, mereka berani mengungkapkan kritik terhadap pemerintah, walau pernah pula berakhir di kantor polisi.

"Tapi, kami tetap berani menyuarakan suara rakyat karena memang itulah tujuan kami. Kami konsisten menempatkan diri sebagai rakyat," lanjut Indro.

"Dan kami lebih baik memiliki arti di mata masyarakat ketimbang menjadi kaya. Ada dua jenis kepuasan di dunia ini, yaitu kepuasan batin dan materi. Mana yang prioritas? Warkop lebih mengutamakan kepuasan batin. Ada kepuasan batin tersendiri ketika kami mampu mewakili suara rakyat."

Memiliki arti di mata masyarakat adalah salah satu nilai yang dijunjung tinggi oleh Warkop hingga detik ini.

Bahkan, ketika dunia perfilman memandang karya-karya Warkop dengan sebelah mata, Indro dan kawan-kawannya tidak peduli.

Menanggapi hal tersebut, menurut Indro, kedua rekannya pernah mengatakan hal yang sama. "Tak usah pedulikan mereka yang tidak menganggap Warkop. Yang harus kita pedulikan adalah jutaan masyarakat yang menonton Warkop," kenang Indro.

"Mas Dono dan Mas Kasino selalu mengatakan bahwa kita harus mendahulukan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan pribadi."

Hingga saat ini, prinsip tersebut selalu dipeluk Indro, bahkan di luar dunia Warkop sekalipun.

Anjing Ini Tabrak Majikan Hingga Tewas Pakai Mobil

Sang majikan dibunuh anjing kesayangannya jenis bulldog.

Sang majikan tewas di lokasi kejadian
Kisah tragis menimpa James Campbell (68). Pria asal Florida, Amerikat Serikat itu tak pernah menyangka anjing kesayangan justru membunuh dirinya.

Dilansir Daily Mail, Sabtu, 19 Januari 2013, Campbell tewas lantaran ditabrak anjing kesayangannya, yang tidak sengaja menginjak pedal gas saat Campbell membuka gerbang.

Saat itu, sang anjing yang berjenis bulldog itu masuk ke mobil untuk menyambut kedatangan tuannya yang baru saja pulang dari plesiran.

Namun, nahas, ketika tuannya itu keluar membuka gerbang, anjingnya masuk ke mobil dan menginjak gas sehingga mobil melaju tak terkendali dan menabrak Campbell hingga tewas.

Menurut petugas polisi patroli Florida, mobil dalam posisi gigi mundur dan rem tangan tidak difungsikan. "Anjing meloncat ke mobil dan menginjak pedal gas. Korban meninggal di lokasi kejadian," katanya.

17 Jan 2013

Kastil Glamis Dan Ruang Rahasia Ahli Waris Bertubuh Monster

Kisah leluhur Earl di Kastil Glamis dataran rendah Skotlandia merupakan misteri dan teka-teki yang melibatkan sebuah ruangan tersembunyi, jalan rahasia, inisiasi serius, skandal, dan sosok mosnter yang melirik pada malam hari di benteng kastil.
Rahasia menakutkan pernah menjadi pembicaraan hangat Eropa yang mungkin terjadi pada tahun 1840 hingga 1905. Teka-teki ini melibatkan dua generasi masyarakat kelas atas, dan setelah tahun 1900 rahasia itu menghilang. Salah satu versi cerita menyatakan bahwa hal itu begitu mengerikan, bahkan pewaris Earl ke-13 dengan tegas menolak untuk memiliki tahta yang telah diberikan kepadanya. Namun misteri Glamis (Glarms) tetap hidup yang diwariskan kakek Elizabeth II, dan faktanya: bahwa setidaknya beberapa anggota keluarga Bowes-Lyon bersikeras semua itu nyata.

Misteri Ahli Waris Kastil Glamis

Kastil Glamis pernah disebutkan oleh Shakespeare, Macbeth sebagai karakter yang paling terkutuk adalah panglima Glamis, dan tahun 1034 Raja Malcolm II (Skotlandia) meninggal di sana yang kemungkinan dibunuh. Tapi benteng ini dibangun pada abad ke-15, disekitarnya terdapat menara sentral yang dindingnya setebal 16 kaki.
kastil glamis
Kastil Glamis
Kastil Glamis menjadi singasana keluarga Earls Strathmore sejak saat itu, tetapi pada akhir abad ke-18 sebagian besar ruangan kosong, pemiliknya lebih memilih untuk tinggal di suatu tempat yang kurang berangin, kurang terisolasi dan kurang melankolis.
Selama kekosongan itu, Kastil Glamis hanya menyisakan bangunan yang tetap terawat, dan faktor inilah yang menjadikan Walter Scott menghabiskan malam di salah satu kamar pada tahun 1790. Scott menjadi penulis pertama tentang suasana benteng dalam novel yang diterbitkan pada tahun 1830.
“Ketika saya mendengar pintu pintu tertutup, setelah kondektur saya pensiun, mulai menganggap diri saya terlalu jauh dari hidup dan agak terlalu dekat dengan orang mati.”
Novelis ini mengatakan bahwa Kastil Glamis menyembunyikan ruang rahasia tambahan yang berguna untuk setiap tamu yang datang di abad ke-15, di mana terjadi tindak kekerasan yang lokasinya hanya diketahui Earl dan ahli warisnya.
Hal yang paling menarik tentang cerita Scott, dia menulis sesuatu yang menunjukkan bahwa ruang tersembunyi dihuni seseorang, atau makhluk yang tidak begitu jelas. Hal itu mulai dikabarkan, ruangan tersembunyi merupakan sebuah ruang tawanan yang tidak diketahui dan penghuni itu telah ditahan di sana sepanjang hidupnya.
Tahanan Kastil Glamis diperkirakan hidup di tahun 1840-an, menurut seorang koresponden Notes & Queries pada tahun 1908 dia menuliskan:
Misteri ini diberitahukan kepada penulis sekitar 60 tahun yang lalu, ketika dia masih kecil, dan hal itu membuat kesan besar pada dirinya. Cerita Kastil Glamis memiliki ruang rahasia yang dihuni monster sebagai merupakan pewaris sah, tapi terpresentasikan untuk membuatnya tetap hidup dan dikeluarkan dari silsilah ahli waris.

Pengurungan Ahli Waris Di Ruang Rahasia Kastil Glamis

Siapa tawanan itu? Sulit dipahami dan mungkin merupakan subyek spekulasi yang umumnya diyakini sebgai anggota keluarga Bowes-Lyon dan mengacu pada anak sulung Earl ke-11, atau ahli waris dari anak Earl, Lord Glamis.
Teori Douglas Scots Peerage mencatat bahwa setelah Lord Glamis menikahi Charlotte Grimstead pada tahun 1820, anak pertama mereka seorang putra yang lahir dan meninggal pada tanggal 21 Oktober 1821. Bagaimana jika anak tidak mati? Bagaimana jika hidup, tersembunyi di suatu ruangan dalam Kastil Glamis?
Beberapa tamu Glamis di era Victoria membuat bisnis untuk mencampuri rahasia Earls, dan pada paruh kedua abad itu sering dikabarkan bahwa seorang anak Bowes-Lyonses telah lahir dengan kondisi cacat. Mungkin karena begitu menyeramkan sehingga sebuah keputusan diambil agar dirinya tidak akan pernah diizinkan untuk mewarisi tahta. Hal ini terdengar seperti plot dibeberapa novel Gothic, namun kebanyakan orang meyakini teori bahwa keluarganya telah mengambil keputusan dengan cara yang keras. Setelah Perang Dunia I, Katherine dan Nerissa Bowes-Lyon, kedua sepupu dari ratu ini lahir cacat mental. Keduanya menghabiskan hidup mereka dikurung dalam rumah dan rumah sakit jiwa, diabaikan oleh keluarga mereka.
Inikah yang dimaksud Monster Glamis? Ada cerita tentang bayangan aneh yang terlihat pada bagian benteng yang dikenal sebagai Mad Earl’s Walk. Sebuah cerita sekitar tahun 1865 diutarakan oleh seorang pekerja Kastil Glamis, tiba-tiba pintu membuka ke suatu ruang yang panjang. Pria itu melihat sesuatu di ujung koridor, dan oleh karena pernyataan itu dia bermigrasi ke Australia yang perjalanannya dibayar oleh Earl. Sementara anggapan lain di abad ke-19 yang menyebutkan bahwa moster itu sebagai Manusia Katak.
Deskripsi rinci muncul di awal tahun 1960-an, ketika penulis James Wentworth menghabiskan waktu di Kastil Glamis saat menulis sejarah keluarga Bowes-Lyon. Wentworth mendengar legenda bahwa sebuah mosnter dilahirkan di keluarga ini, dia adalah pewaris yang menakutkan. Dadanya besar dan berbulu seperti keset, kepalanya langsung ke bahu, lengan dan kakinya seperti mainan.
Jika Kastil Glamis benar-benar memiliki ruang rahasia, lokasinya tetap menjadi misteri. Makalah Estate menyimpan record pembangunan satu lubang tersembunyi yang bersebelahan dengan ruang para tamu di dasar menara, tetapi yang lain mungkin juga ada. Salah satu tamu aristokrat Lord Ernest Hamilton, menemukan suatu bagian tersembunyi di bawah (pintu jebakan di lantai) ruang ganti Blue Room. Sementara sumber lain menunjukkan kapel kemungkinan sebagai lokasi ruang rahasia. New York Sun pernah memberitakan pada tahun 1904:
Pada satu kesempatan seorang dokter muda yang tinggal di benteng profesional, di kamar tidurnya menemukan pola karpet berbeda di salah satu ujung ruangan. Dengan memindahkan perabotan dan mengangkat karpet, dia membuka paksa pintu perangkap dan menemukan satu bagian ruangan. Bagian ini berakhir dengan dinding semen yang masih lembut dan meninggalkan kesan jari. Dia kembali ke kamarnya, dan keesokan paginya menerima cek atas jasanya dengan isyarat bahwa sudah siap untuk membawanya ke stasiun kereta.
Tidak semua catatan misteri Kastil Glamis terkesan anonim, Sir Horace Rumbold seorang diplomat Inggris yang pertama kali mengunjungi benteng pada tahun 1877, dia menulis dan tidak menyangkal semua pengetahuan rahasia. Dia menceritakan suatu peristiwa yang terjadi pada 1850, ketika istri Earl ke-12 meminta tamu untuk membantu dirinya berburu sementara suaminya pergi.
Dalam buku Rumbold menyebutkan seorang manusia lalai dari dunia, dengan prasangka sedikit dan keyakinan yang mungkin masih sedikit. Anak itu adalah ahli warisnya meskipun sangat jauh dari karakter manusia sempurna. Perubahan ini dikaitkan dengan inisiasi mereka dalam rahasia keluarga, yang diperkirakan terjadi pada hari ulang tahun ke-21 ahli waris itu.
Rahasia Kastil Glamis mulai terungkap, tetapi mungkin nanti. Earl ke-16 berbicara kepada James Wentworth pada tahun 1960 dan bersikeras bahwa dia tidak tahu apa-apa, mungkin telah meninggal dengan ayah saya atau dengan saudara saya yang tewas dalam perang. Pada saat itu, secara umum diasumsikan bahwa misteri itu tidak diturunkan ke generasi selanjutnya karena tidak ada lagi hubungannya, monster telah meninggal dan skandal itu berakhir (meskipun masih belum jelas).
New York Times menerbitkan cerita pada tahun 1882 yang menyatakan bahwa sekarang diyakini bahwa misteri telah terpecahkan sebagian, dan ruangan itu berisi beberapa orang yang meninggal satu atau dua minggu yang lalu pada usia yang sangat muda. Catatan lain menyatakan kematian itu terjadi disekitar tahun 1904, bertepatan dengan Earl ke-13.

Koleksi The Beatles Terlengkap di Indonesia Ada di Tangsel

SIAPA yang tak kenal dengan kelompok band legendaris asal Inggris, The Beatles? Kini Anda para pencinta grup musik asal kota pelabuhan Liverpool itu, tidak usah berkecil hati jika ingin melihat-lihat atau menjumpai segala pernak-pernik yang berhubungan dengan The Beatles.
Para penggemar berat The Beatles sudah bisa menikmati semua pernak-pernik yang berhubungan dengan The Beatles, mulai merchandise, pita rekaman, album kaset, hingga instrumen musik yang dipakai The Beatles. Semua itu bisa dijumpai hanya di Rumah Beatles.
Rumah Beatles merupakan museum mini The Beatles yang hanya ada satu-satunya di Indonesia. Rumah Beatles tidak hanya dikemas dalam bentuk museum yang memajang segala pernak-pernik The Beatles, tapi juga sekaligus menjadi toko online dan offline yang menjual segala macam hal yang berhubungan dengan The Beatles.
Menurut Arfan Hidayat, sang pemilik, Rumah Beatles baru resmi berdiri pada 16 Juli 2011. Namun empat tahun sebelumnya, Rumah Beatles sudah memulai eksistensinya, yaitu melalui pembuatan miniatur peralatan band The Beatles.
Tidak main-main, miniatur yang dibuat Arfan Hidayat ini tidak hanya dijual di dalam negeri, tapi juga sudah melintas ke luar tanah air ke beberapa negara. Bermula dari pembuatan miniatur alat-alat musik itulah, secara kontinu Arfan memulai bisnis merchandise The Beatles secara profesional.
Bahkan kini koleksi Arfan sudah sangat lengkap, mulai miniatur alat musik The Beatles, kaus dan pakaian, buku sejarah dan musik The Beatles hingga album kaset, piringan hitam (PH) dan instrumen (alat musik) yang mirip dimainkan The Beatles, seperti gitar Rickenbacker bertanda tangan John Lennon, gitar Gretsch George Harrison, bas Hofner yang identik dengan Paul McCartney, hingga drum set Ludwig yang kerap diidentikkan dengan Ringo Starr.
Asal mula ide pendirian Rumah Beatles tidak lepas dari sosok pria kelahiran Makassar empat puluh tahun lalu itu. Arfan dikenal tidak hanya sebagai kolektor pernak-pernik The Beatles, tapi juga sebagai pemain musik yang memainkan lagu-lagu The Beatles. Hingga kini, Arfan dikenal masih aktif bermain band dengan grup musiknya yang bernama Fourbeat.
"Rumah Beatles awalnya hanya dimulai oleh saya seorang. Namun dalam perkembangannya saat ini sudah didukung oleh tiga anggota baru," kata Arfan kepada Tribun, yang menyambangi Rumah Beatles di Serpong Park Blok G1 No 33, Jalan Lengkong Raya, Kelurahan Jelupang, Tangerang Selatan, belum lama ini.
Arfan menuturkan, Rumah Beatles sudah banyak didukung oleh perajin-perajin lokal Indonesia, antara lain perajin kulit dari Garut, perajin resin dari Bandung, perajin suvenir dari Bogor, dan perajin aksesori dari Tangerang. Tidak hanya dari perajin, dukungan juga terus berdatangan dari organisasi pencinta The Beatles di Bandung yang saat ini sangat aktif, yaitu Bandung Beatles Fans Club (BBFC) yang dipimpin Iman Arif India Mike serta dukungan dari berbagai kelompok komunitas pencinta The Beatles di Facebook.
Menurut Arfan, Rumah Beatles juga menyediakan bantuan untuk membeli pernak-pernik The Beatles yang dijual di toko-toko online The Beatles di berbagai website. Saat ini Rumah Beatles sudah mempunyai banyak produk yang dijual, yaitu miniatur peralatan band The Beatles, kaus, mug, piring, pin, tas, jam dinding, jam tangan, pemantik api, poster, kalender, stiker hingga action figure personel The Beatles serta peralatan musik asli yang merupakan replika dari yang dipergunakan oleh The Beatles.

"Bahkan ada juga reissue baju-baju dan seragam yang pernah digunakan oleh The Beatles, reissue dari memorabilia The Beatles, reissue video, CD, kaset, piringan hitam, buku-buku The Beatles hingga video pelajaran bagaimana cara memainkan lagu-lagu dari The Beatles," katanya.
Dengan sedikit merendah, Arfan mengungkapkan keberadaan Rumah Beatles memang masih belum bisa dikatakan sebagai yang terlengkap di dunia, tapi dapat dikatakan sebagai yang terlengkap di Indonesia, bahkan mungkin di Asia Tenggara. Hal itu diperkuat dengan beberapa tanggapan dari para senior musisi dan pencinta The Beatles Indonesia yang sering datang ke tempatnya.
"Dari keterangan para senior dan setahu saya setelah menjelajah berbagai negara, mungkin di Asia Tenggara Rumah Beatles masih yang terlengkap koleksinya," kata Arfan.
Ia menambahkan, khusus peralatan musik yang dikoleksi oleh Rumah Beatles semuanya didatangkan dari luar negeri dengan cara pemesanan langsung. Biasanya dengan menitip beli dengan bantuan dari teman-temannya yang sering bolak-balik dari dan ke luar negeri. Salah satu orang yang sering mendukung Rumah Beatles dalam hal pengadaan peralatan musik The Beatles ini adalah Hanna McGanzel, bassist KoesBeat Band.
"Saat ini Rumah Beatles juga menerima jika ada yang ingin menjual atau menitip jual baik peralatan musik The Beatles maupun memorabilia The Beatles," katanya.

8 Jan 2013

Fenomena Gelembung Beku di Danau Abraham

Gelembung beku tercipta dari gas metana yang dikeluarkan tumbuhan.

Abraham adalah danau buatan di Sungai Utara Saskatchewan di bagian barat Alberta, Kanada. Danau itu dibuat pada tahun 1972, saat pembangunan Bendungan Bighorn. Nama danau diambil dari Silas Abraham, seorang warga lembah Sungai Saskatchewan di abad ke-19.

Di danau Abraham Anda bisa menjumpai fenomena langka dimana gelembung bisa beku tepat di bawah permukaan air. Gelembung tersebut sering disebut sebagai gelembung es atau gelembung beku. Fenomena ini pun telah menarik perhatian kalangan fotografer.

"Tumbuhan di danau ini mengeluarkan gas metana dan metana akan menjadi beku ketika naik cukup dekat ke permukaan danau yang suhunya jauh lebih dingin. Gas metana tersebut selama ini terus menumpuk di bawah danau dan membeku karena cuaca yang semakin dingin selama musim dingin," ucap seorang fotografer bernama Fikret Onal.
 Pria yang mengaku sering berjalan di atas danau beku ini mengaku danau Abraham membuatnya benar-benar gelisah. Alasannya, danau yang suhunya di bawah minus 30 derajat celsius itu tidak tertutup salju.
Selain itu, meski permukaan es memiliki tebal 20-23 centimeter, danau tersebut sangat bening dan jernih sehingga Anda dapat melihat dengan jelas semua celah di segala penjuru danau dan kegelapan dasar danau dari atas permukaan.

Foto Intim Mendiang Putri Diana dengan Pria akan Dilelang Akhir Tahun ini

Sebuah foto mendiang Putri Diana berbaring di tempat tidur dengan seorang pria akan dilelang akhir tahun ini di Amerika. Pria yang bersamanya sebelum menikah dengan Pangeran Charles ini adalah cucu dari mantan Perdana Menteri Stanley Baldwin bernama Adam Russell.
Contact Music pada akhir peka lalu menyebutkan, Diana dan Adam terlihat cukup intim dalam foto itu. Tetapi menurut penulis biografi kerajaan, Andrew Morton, meski Adam tertarik dengan Diana, mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa.
Foto ini diambil saat mereka sedang bermain ski dan keduanya sedang bersantai setelah mengalami cedera. Ketika liburan berakhir, Adam mulai kepincut dengan wanita yang memiliki julukan Princess of Wales ini.
"Adam berharap bisa melanjutkan hubungan pertemanannya ke tingkat yang lebih serius ketika ia kembali. Tetapi, ketika ia kembali setahun kemudian, seorang teman memberitahukannya bahwa saingannya kini seorang Prince of Wales," ungkap Andrew.
Foto ini sebelumnya telah diljual kepada tabloid Daily Mirror pada 1981, dua hari setelah Diana bertunangan dengan Pangeran Charles diumumkan. Namun, editor publikasi di media tersebut memutuskan untuk tidak menerbitkannya.
Sementara itu, kehidupan pribadi Diana akan diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang dibintangi oleh aktris Naomi Watts sebagai Putri Diana.
Film garapan Oliver Hirschbiegel ini bercerita mengenai hubungan asmara tak terduga antara Putri Diana dengan ahli bedah jantung, dr. Hasnat Khan. Ketika itu Diana sedang berada di Pakistan pada Mei 1997 untuk bertemu keluarga dr.Hasnat agar ia bisa menikah dengan dokter tersebut. Diana mencoba meyakinkan ibu sang dokter bahwa ia adalah istri yang cocok untuk anaknya.

7 Jan 2013

Factory Outlet Milik Ariel Disambangi Dede Yusuf

Ia memuji kreativitas yang dimiliki Ariel.
 Calon Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi, bersama istri, Sendy Yusuf, menjadi pusat perhatian warga kawasan Dago Bandung. Bukan ingin berkampanye, Dede beserta istrinya sengaja berlanja sepatu di Factory Outlet (FO) ARL milik vokalis band NOAH, Ariel.

Pada kesempatan itu, Dede dibantu Sendy memilih dua pasang sepatu jenis kets casual tinggi warna hitam terbuat dari bahan kulit dan denim. Lantaran bingung memilih dua model favorit tersebut, akhirnya Dede membeli kedua model sepatu tersebut.

"Saya suka karena ini kulit domba Garut, komoditi asli Jawa Barat. Modelnya casual dan sederhana bagus sekali, yang bahan denimnya juga enak dipakai cocok untuk jalan ke lapangan," ujar Dede, Minggu, 6 Januari 2013.

Mantan aktor laga ini pun sempat melihat-lihat kemeja serta celana yang juga dijual di FO milik Ariel.

Tak lupa, pria yang juga duta resmi Persib ini mengimbau kepada para anak muda Jawa Barat agar meniru kreativitas Ariel yang mau berwirausaha membuka lapangan kerja. Ia menilai, cara ini dapat membantu pemerintah mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

"Saya salut dengan anak muda Jawa Barat seperti Ariel yang membuka lapangan pekerjaan dengan kemandirian usaha. Pemerintah harus mendukung ekonomi kreatif ini dengan akses modal dan akses promosi," ujar Dede.

Sebelum belanja di FO milik Ariel, Dede Yusuf dan istri pagi harinya melakukan senam bersama ribuan ibu-ibu di Lapangan Tegalega, Bandung.